|
Penanaman 100.000 Pohon di Subang
Yayasan Tanam Pohon Indonesia bekerja sama dengan SMKN 2 Subang dan pemerintah Kabupaten Subang berhasil menanamkan 100.000 pohon pada hari Sabtu, 19 Januari 2008. Penanaman ini adalah proyek percontohan dari penanaman 1 juta pohon yang akan dilaksanakan serentak di Kabupaten Subang pada bulan Oktober 2008 sebagai usaha untuk meringankan dampak pemanasan global.
“Ancaman pemanasan global adalah ancaman yang nyata! Mulai dari banjir tahunan, tanah longsor, kenaikan air laut yang melebihi ambang batas, sampai perubahan musim yang tidak dapat diprediksi lagi.” Kata Andy Hartono, penanggung jawab proyek penanaman satu juga pohon. Andy menjelaskan, dampak dari perubahan iklim terutama paling dirasakan dan paling merugikan para petani yang menggantungkan mata pencahariannya dari kegiatan bercocok tanam.
Dalam kegiatan ini, Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Asam Jawa (Tamarindus indica) merupakan 2 species pohon yang terpilih untuk ditanamkan. Diharapkan bahwa buah dari kedua jenis tanaman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sehingga masyarakat tidak perlu memotong pohonnya untuk mendapatkan nilai ekonomis.
“Kalau dulu, Subang itu rimbun, hijau. Tapi coba lihat Subang sekarang. Ada gunung yang kalau dilihat dari satu sisi indah sekali, lebat hutannya; tapi kalau dilihat sisi yang lain, sudah gundul dibabat pohonnya.” Kata Eep Hidayat, Bupati Subang, menyatakan keprihatinannya atas kondisi lingkungan hidup Subang saat ini.
Nota kesepahaman telah ditanda tangani oleh Yayasan Tanam Pohon Indonesia, SMKN 2 Subang, Pemerintah desa, dan Kantor Bupati Subang yang menyatakan bahwa pohon-pohon yang telah ditanam dalam acara ini akan dipelihara dan tidak akan ditebang sampai 40 tahun kedepan.
Hal ini tentunya merupakan suatu komitment yang luar biasa dari pemerintah daerah Subang dan suatu langkah maju dalam menyelamatkan bumi tercinta kita ini. Lebih lanjut, Bupati Subang menegaskan bahwa selama pemerintahannya, tidak ada satu izin penebangan hutan pun yang dikeluarkan. “Jangan sekali-kali datang kekantor saya minta izin menebang hutan. Tidak akan saya izinkan!” tegas Eep Hidayat.
|